
MAJAPAHITNEWS.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat menindaklanjuti kekosongan kepemimpinan di Kabupaten Ponorogo. Ia resmi menunjuk Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo setelah Bupati Sugiri Sancoko berhalangan sementara karena sedang menjalani masa tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.1.4.2/893/011.2/2025, yang diterbitkan pada 9 November 2025. Surat perintah itu secara resmi diserahkan kepada Lisdyarita pada Senin (10/11/2025).
Dalam surat tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan, “Memerintahkan Lisdyarita, jabatan Wakil Bupati Ponorogo melaksanakan tugas dan wewenang Bupati Ponorogo.”
Ketentuan penunjukan itu mengacu pada Pasal 66 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan bahwa wakil kepala daerah wajib melaksanakan tugas kepala daerah apabila berhalangan sementara, termasuk ketika menjalani masa tahanan.
Gubernur juga menegaskan bahwa Lisdyarita berkewajiban melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Timur.
“Surat perintah ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai adanya kebijakan pemerintah lebih lanjut,” tulis Khofifah dalam surat yang ditembuskan ke Mendagri dan Ketua DPRD Ponorogo.
Menanggapi penetapan tersebut, Lisdyarita menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang tengah dihadapi Kabupaten Ponorogo. Ia menegaskan akan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
Meski demikian, dirinya memastikan pemerintahan dan pelayanan publik di Ponorogo akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Sesuai dengan amanah dan mandat yang telah diberikan, saya ingin memastikan dan menjamin kepada seluruh masyarakat Ponorogo bahwa roda pemerintahan, agenda pembangunan, dan pelayanan publik akan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bunda Lis “sapaan akrabnya” juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan. Ia menekankan pentingnya solidaritas di tengah situasi yang sedang dihadapi Ponorogo.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Ponorogo, para pemuka agama, tokoh masyarakat, akademisi, rekan-rekan media, dan seluruh warga untuk tetap tenang, menjaga kondusifitas daerah, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” terang Lisdyarita melalui pesan tertulis.
Dengan penetapan Lisdyarita sebagai Plt Bupati, roda pemerintahan Kabupaten Ponorogo dipastikan tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.
Fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas daerah dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan demi kepentingan masyarakat.
