
MAJAPAHITNEWS.COM – Produksi padi di Kabupaten Trenggalek menunjukkan geliat paling menjanjikan dalam sepuluh tahun terakhir. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, mengungkapkan bahwa capaian produksi selama 2025 diproyeksikan menjadi yang tertinggi selama satu dekade.
Lonjakan ini ditopang oleh meningkatnya indeks pertanaman (IP) yang kini mencapai angka 2,56, setara dengan tiga kali masa tanam dalam setahun. Peningkatan itu jauh lebih baik dibandingkan tahun 2024.
“IP tahun ini naik signifikan dibandingkan 2024, yang hanya 1,98 akibat dampak El Nino. Kondisi cuaca yang lebih stabil dan ketersediaan air irigasi membuat hampir semua area persawahan bisa ditanami padi tiga kali,” kata Imam Nurhadi di Trenggalek, Jawa Timur, Rabu.
Kenaikan IP tersebut langsung berdampak pada meluasnya areal tanam dan meningkatnya volume panen. Hingga saat ini, produksi padi Trenggalek telah mencapai 264 ribu ton, yang menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Imam menjelaskan bahwa penguatan produksi tidak hanya ditopang oleh faktor alam, tetapi juga perbaikan sistem irigasi serta pola tanam petani yang semakin intensif. Seiring dengan itu, kebutuhan pupuk bersubsidi juga mengalami peningkatan.
Menjelang akhir November, serapan pupuk telah menyentuh 80 persen dan diprediksi mencapai 90 persen pada akhir Desember.
“Serapan pupuk selalu sejalan dengan masa tanam. Ketika IP naik, permintaan pupuk juga otomatis meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober memberi peluang lebih besar bagi petani untuk mengoptimalkan pemupukan di setiap siklus tanam.
Dengan tren positif ini, Imam berharap peningkatan produksi padi di Trenggalek dapat terus terjaga dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah pada tahun-tahun mendatang.***
